Selasa, 27 Januari 2009

Perubahan

Nasionalisme adalah hal yang semua orang patut mengetahui dan juga harus selalu diwaspadai,kareana denagn nasionalisme yang berlebih akan berakibat fatal. dari cara biscara dan cara mengungkapkan pendapat yang kadang salah arah membuat masyarakat awam maupun mahasiswa bentrok dengan aparat pemerintah. inikah yang dijadikan contoh sebagai bangsa yang besar dan punya harga diri yang sangat tinggi, hingga Presiden Amerika Serikat berkunjung sja menghabiskan 5-6 miliar lebih.itulah etikad baik dari pemerintah sekarang yang cenderung pro Amerika.

Padahal kalau dipikir-pikir, jika pemerintah tetap pro barat maka setiap kali resesi ekonomi yang dimulai dari barat akan selalu berdampak pada perekonomian Indonesia sendiri. bangsa yang besar, negara yang kaya, minyak yang melimpah, hutan yang luas dan garis pantai yang panjang, tidak sama sekali memberikan kesejahteraan bagi masayarakat umum, setiap kali Indonesia mencatatkan diri penghasil miliunair baru, tetapi menciptakan kesenjangan sosial dan kerusakan alam yang sangat signifikan. Inikah namanya bangsa yang besar?

Kasus korupsi yang menggema dan menyebar seperti jamur di musim hujan, kekacauan dimana-mana, pergaulan bebas merambah remaja dan moralitas yang semakin menipis. Kini Indonesia bukanlah negara yang dipandang tetapi bak sampah dimata negara tetangga.

Semoga Indonesia Menjadi Lumbung Uang Bagi Rakyatnya. Amin.

Kamis, 15 Januari 2009

curahat..

gw...
hari ini begitu ga enak...
mana tadi berangkat ga ujan...
pulang ga ujan juga...
panas banget lagi....
maunya apa ceh....
dah gitu gw naksir cwe tapi diannya masih pnya cwo..
napa gw gt yah?
aneh bin nyata....
moga minggu besok adalah titik terang buat hubungan gw ma dia...
cuz gw sayang banget ma dia.........

Senin, 12 Januari 2009

WANT

Kala cinta mulai merambah kedalam hati
Saat bintang timur memancarkan sinarnya
Ketika matahari memberikan segenap sinarnya
Sewaktu ku rasakan desir darah membeku
Jika ku bertemu dirimu.

Detik waktu berganti
Deru hati semakin menggebu
Terbang melayang bagaikan debu
Hingga bulan datang menggangu
Lamunanku terhadap wajah manismu

Cinta tak lagi kurasa
Sayang tak lagi kudengar
Senyum tak dapat lagi kulihat
Hidup takkan pernah ada
Jika kau tak jadi milikku

Engkaulah segalanya
Dirimulah satu-satunya
Yang saat ini kudambakan
Di dalam mimpi
Di setiap doa
Selalu kaulah yang kunanti…





Untuk kamu seorang
Wahai sayang, wahai cinta, wahai hidupku, wahai separuh jiwaku

HITAM

Angin menusuk jantung – jantung pohon yang berdiri menjulang

Badai menerpa seruan jiwa

Tanah lapanga tanpa batas arah

Membuka cakrawala dalam cinta

Lakukanlah, coalah, maka kau kan tau artinya

Hujan deras turun membasahi rerumputan

Tanah merah kini basah bak lumpur rawa

Sepi sunyi hany air menetes bernyanyi

Mengiringin sebuah cinta mati

Wahai sahabat….

Tanyakan padaku setiap kegelisahanmu..

Ceritakan padaku setiap keluh kesahmu

Nyatakan padaku disetiap dirimu lelah

Karena dirikulah yang akan membuatmu

Merasakan sejuta tentram dalam semua masalahmu

Warna hitam yyang kau goreskan

Kertas putih yang kini ternoda

Kan kujaga selalu dan hanya untukmu

Karena, tiap goresan noda itu adalah makna hidup darimu

Buanglah rasa yang lalu

Mulailah dengan yang baru

Capailah segala impianmu

Kareana ku disini setia menemani harimu

Ciptakan mimpi yang selalu pasti

Serukan cinta ntuk jiwa yang tenang

Walau kau takkan pernah mencinta

Akiu akan tetap setia…

Untukmu….Aku…..cinta….

Sebuah kata untuk yang tercinta

Semoga hari indah selalu menyertaimu thita

Rabu, 07 Januari 2009

Untuk Palestina

BERSATU DALAM CINTA BERSAMA KITA BANTAI ISRAEL

ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL
ANTI ISRAEL