-
Rabu, 25 Februari 2009
Kenapa
hari-hari nie gw tertekan banget...
ga tau kenapa...
masalah asmara
masalah keluarga
masalah pendidikan gw..
semua ni kan ada hikmahnya
tapi apa?
gw selalu bingung ma semua nie...
kenapa gw harus gini...
ya Allah tolong bantu hamabamu ini...
untuk bisa mebanggakan orang tua...
amin
ga tau kenapa...
masalah asmara
masalah keluarga
masalah pendidikan gw..
semua ni kan ada hikmahnya
tapi apa?
gw selalu bingung ma semua nie...
kenapa gw harus gini...
ya Allah tolong bantu hamabamu ini...
untuk bisa mebanggakan orang tua...
amin
Selasa, 27 Januari 2009
Perubahan
Nasionalisme adalah hal yang semua orang patut mengetahui dan juga harus selalu diwaspadai,kareana denagn nasionalisme yang berlebih akan berakibat fatal. dari cara biscara dan cara mengungkapkan pendapat yang kadang salah arah membuat masyarakat awam maupun mahasiswa bentrok dengan aparat pemerintah. inikah yang dijadikan contoh sebagai bangsa yang besar dan punya harga diri yang sangat tinggi, hingga Presiden Amerika Serikat berkunjung sja menghabiskan 5-6 miliar lebih.itulah etikad baik dari pemerintah sekarang yang cenderung pro Amerika.
Padahal kalau dipikir-pikir, jika pemerintah tetap pro barat maka setiap kali resesi ekonomi yang dimulai dari barat akan selalu berdampak pada perekonomian Indonesia sendiri. bangsa yang besar, negara yang kaya, minyak yang melimpah, hutan yang luas dan garis pantai yang panjang, tidak sama sekali memberikan kesejahteraan bagi masayarakat umum, setiap kali Indonesia mencatatkan diri penghasil miliunair baru, tetapi menciptakan kesenjangan sosial dan kerusakan alam yang sangat signifikan. Inikah namanya bangsa yang besar?
Kasus korupsi yang menggema dan menyebar seperti jamur di musim hujan, kekacauan dimana-mana, pergaulan bebas merambah remaja dan moralitas yang semakin menipis. Kini Indonesia bukanlah negara yang dipandang tetapi bak sampah dimata negara tetangga.
Semoga Indonesia Menjadi Lumbung Uang Bagi Rakyatnya. Amin.
Padahal kalau dipikir-pikir, jika pemerintah tetap pro barat maka setiap kali resesi ekonomi yang dimulai dari barat akan selalu berdampak pada perekonomian Indonesia sendiri. bangsa yang besar, negara yang kaya, minyak yang melimpah, hutan yang luas dan garis pantai yang panjang, tidak sama sekali memberikan kesejahteraan bagi masayarakat umum, setiap kali Indonesia mencatatkan diri penghasil miliunair baru, tetapi menciptakan kesenjangan sosial dan kerusakan alam yang sangat signifikan. Inikah namanya bangsa yang besar?
Kasus korupsi yang menggema dan menyebar seperti jamur di musim hujan, kekacauan dimana-mana, pergaulan bebas merambah remaja dan moralitas yang semakin menipis. Kini Indonesia bukanlah negara yang dipandang tetapi bak sampah dimata negara tetangga.
Semoga Indonesia Menjadi Lumbung Uang Bagi Rakyatnya. Amin.
Kamis, 15 Januari 2009
curahat..
gw...
hari ini begitu ga enak...
mana tadi berangkat ga ujan...
pulang ga ujan juga...
panas banget lagi....
maunya apa ceh....
dah gitu gw naksir cwe tapi diannya masih pnya cwo..
napa gw gt yah?
aneh bin nyata....
moga minggu besok adalah titik terang buat hubungan gw ma dia...
cuz gw sayang banget ma dia.........
hari ini begitu ga enak...
mana tadi berangkat ga ujan...
pulang ga ujan juga...
panas banget lagi....
maunya apa ceh....
dah gitu gw naksir cwe tapi diannya masih pnya cwo..
napa gw gt yah?
aneh bin nyata....
moga minggu besok adalah titik terang buat hubungan gw ma dia...
cuz gw sayang banget ma dia.........
Senin, 12 Januari 2009
WANT
Kala cinta mulai merambah kedalam hati
Saat bintang timur memancarkan sinarnya
Ketika matahari memberikan segenap sinarnya
Sewaktu ku rasakan desir darah membeku
Jika ku bertemu dirimu.
Detik waktu berganti
Deru hati semakin menggebu
Terbang melayang bagaikan debu
Hingga bulan datang menggangu
Lamunanku terhadap wajah manismu
Cinta tak lagi kurasa
Sayang tak lagi kudengar
Senyum tak dapat lagi kulihat
Hidup takkan pernah ada
Jika kau tak jadi milikku
Engkaulah segalanya
Dirimulah satu-satunya
Yang saat ini kudambakan
Di dalam mimpi
Di setiap doa
Selalu kaulah yang kunanti…
Untuk kamu seorang
Wahai sayang, wahai cinta, wahai hidupku, wahai separuh jiwaku
Saat bintang timur memancarkan sinarnya
Ketika matahari memberikan segenap sinarnya
Sewaktu ku rasakan desir darah membeku
Jika ku bertemu dirimu.
Detik waktu berganti
Deru hati semakin menggebu
Terbang melayang bagaikan debu
Hingga bulan datang menggangu
Lamunanku terhadap wajah manismu
Cinta tak lagi kurasa
Sayang tak lagi kudengar
Senyum tak dapat lagi kulihat
Hidup takkan pernah ada
Jika kau tak jadi milikku
Engkaulah segalanya
Dirimulah satu-satunya
Yang saat ini kudambakan
Di dalam mimpi
Di setiap doa
Selalu kaulah yang kunanti…
Untuk kamu seorang
Wahai sayang, wahai cinta, wahai hidupku, wahai separuh jiwaku
Langganan:
Postingan (Atom)
